Di bidang Kartesius, satu titik ditulis sebagai pasangan terurut (x, y). Dua komponennya punya tugas berbeda: x, atau absis, menunjukkan koordinat pada garis mendatar, sedangkan y, atau ordinat, menunjukkan koordinat pada garis tegak. Keduanya membentuk alamat untuk satu titik. [1][2]
SUMBUTOTO: baca urutannya, bukan sekadar angkanya
Urutan pasangan itu penting. Angka pertama selalu dibaca sebagai x, lalu angka kedua sebagai y. Jadi, saat melihat (a, b), a memberi informasi pada arah mendatar dan b pada arah tegak. Pasangan koordinat menyatukan kedua komponen tersebut untuk menunjukkan letak titik. [1][2]
Sumbu X mendatar, sumbu Y tegak
Absis adalah koordinat x dan ditunjukkan pada garis mendatar. Ordinat adalah koordinat y dan ditunjukkan pada garis tegak. Perbedaan ini membantu memisahkan peran kedua angka: bukan hanya berapa nilainya, tetapi juga sumbu mana yang diwakilinya. [1][2]
Angka sama pun bisa punya peran berbeda
Pada titik (3, 3), angka pertama adalah absis dan angka kedua adalah ordinat. Nilainya kebetulan sama-sama 3, tetapi yang pertama tetap merujuk pada x dan yang kedua pada y. [1][2]
Contoh lain, pada titik (-7, 3), absisnya adalah -7. Karena ordinat menempati komponen kedua dalam pasangan (x, y), angka 3 menjadi koordinat y. Membaca urutannya mencegah kedua nilai tertukar. [1][2]
Cara membaca pasangan koordinat
- Temukan angka pertama. Baca sebagai absis atau koordinat x pada garis mendatar. [1]
- Lanjutkan ke angka kedua. Baca sebagai ordinat atau koordinat y pada garis tegak. [2]
- Satukan kedua informasi itu: komponen mendatar dan tegak bersama-sama mengalamatkan titik. [1][2]
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Absis. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=18655908&title=Absis (diakses 2026-10-04).
- [2] Wikipedia bahasa Indonesia — Ordinat. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=22958014&title=Ordinat (diakses 2026-10-04).
